Jumat, 28 Oktober 2011

KUMTAPALA QOE SUDAH BERUMUR 21 TAHUN



HAPPY BIRTH DAY KUMTAPALA


Terharu, bangga dan bahagia, itulah wajah-wajah yang ditampilkan oleh kader-kader KUMTAPALA. Tepat pada hari ini tanggal 25 Oktober 2011 Mapala Kumtapala berusia 21 tahun, hampir semua kader-kader Kumtapala berkumpul dan berdoa seraya  memanjatkan puji syukur kepada  ALLAH S.W.T. karena sampai dengan detik ini MAPALA KUMTAPALA masih tetap tegak berdiri dan tetap mengembangkan eksistensinya. Pembacaan Doa selamatan yang dilaksanakan di Base Camp Mapala Kumtapala pada pukul 19.00 Wita ini belangsung dengan hening dan hikmah. 

Dalam Dies Natalis yang ke – 21 ini kami selaku Panitia Pelaksana kegiatan merancang dan membuat suatu item kegiatan yang berbeda dengan Dies Natalis sebelumnya yaitu Expo UKMF ditingkat Fak. Hukum Untad, Diskusi, Penampilan Musik dan Seni Tari yang berlangsung selama 5 hari. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako  Bapak Prof. Dr. Ir  Mohammad. Basir., Se., MSi pada tanggal 20 Oktober 2011 bertempat di Panggung Mahasiswa Fak. Hukum Untad, dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya pada kegiatan ini dan mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Mapala Kumtapala, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Mapala Kumtapala serta kepada Mapala-Mapala Distrik ditingkat Universitas Tadulako karena selama ini hanya Mapala yang eksis pada kegiatannya dan membawa  nama harum Universitas Tadulako, bukan hanya itu Bapak Rektor juga menyampaikan bahwa peran Mapala khususnya Mapala Kumtapala dalam agenda kegiatan Universitas tadulako yang sudah dirancang sebelmunya mengenai Green And Clean Kampus sangat diharapkan sebab  sangat sesuai dibidangnya.

Tanggal 25 Oktober 2011 adalah penutupan seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis XXI Mapala Kumtapala, kami selaku Panitia Pelaksana Dies Natalis telah sibuk menyiapkan dalam agenda selanjutnya yang sudah dirancang sebelumnya sebab, pada malam nanti kami mengadakan resepsi yang dihadiri oleh Rekor bersama jajarannya, Dekan bersama jajarannya, Dosen-dosen Fak. Hukum Untad, Pembina Mapala Kumtapala, Anggota Kehormatan Mapala Kumtapala, Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala, Mapala, KPA Se-Sulawesi Tengah serta tamu undangan  yang lain dan akan di iringi oleh berbagai Group-group music se kota palu diantaranya : KNT Pleaseat, Pedati, Reggae Jalanan dan sekaligus pembagian Pin Organisasi dan Piagam Organisasi yang diberikan kepada Anggota Kehormatan dan Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala yang telah mendedikasikan dirinya terhadap organisasi ini.


Malam ini menjadi malam yang sangat istimewa buat kami, bagi kami selaku kader Kumtapala yang mendedikasikan diri kami untuk tetap mempertahankan lembaga ini. tidak terkecuali bagi anggota yang meneteskan air mata kebanggaan yang muncul dari lubuk hati ini. “ wahai Kumtapala ku kaulah yang bisa membuat kami seperti ini, kaulah yang membuat alumnimu yang kata orang-orang telah menjadi manusia” meski hal ini butuh proses, butuh perjuangan butuh mental ketika kami berada di dalam mu.    “ wahai Kumtapala ku terima kasih kami ku ucapkan kepadamu karena engkau telah menjadikan kami of the best “. kami yakin dan tetap mendekatkan diri kami pada kata-kata optimis untuk tetap selalu bersama. Maafkan jika selama ini kami telah mencoreng nama baikmu, maafkan jika selama ini banyak para kadermu yang tidak peduli padamu.



TERIMA KASIH BUAT KUMTAPALA...

SALAM LESTARI.


BY. DEPARTEMEN INFO DAN PERS MAPALA KUMTAPALA

Sabtu, 15 Oktober 2011

EKSPEDISI BUDAYA MASYARAKAT PEDALAMAN SOJOL 2010



ANGKATAN XVII, XVIII, XIX MAPALA KUMTAPALA BERBAGI PENGALAMAN DI GUNUNG SOJOL
Dua bulan setelah terbentuknya tim yang dinamakan tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 MAPALA KUMTAPALA Fak. Hukum Univ. Tadulako, yang terdiri dari 12 orang Pejantan Tangguh (Febrianto, Anggri Juliansyah, Sudirman, Sulfikar, Moh. Rifai M. Hadi, Moh. Akbar, Satria Abdi, Farid Triadi, Moh. Rifki, Sandi Prasetya, Risman dan Arrahman). Itulah nama-nama tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010. Keutuhan, keyakinan, serta totalitas tim ditunjukan setelah terbentuknya tim tersebut. Semua perlengkapan tim, pribadi, logistic, surat izin kegiatan sudah dipersiapkan sebelumnya.
Hari ini, hari  yang paling ditunggu, hari yang paling bahagia sekaligus meneggangkan, tepat pada pukul 13.37 tim bersama-sama Dewan Pembina, Anggota Kehormatan, Anggota Tetap, Anggota Muda serta Calon Anggota Mapala Kumtapala melakukan Upacara Pelepasan, yang dipimpin langsung oleh Kanda Wawan Ilham, SH dan Pembina Upacara oleh Kanda Djamaluddin, SH. Setelah itu lingkaran hening pun dilakukan (sesuai tradisi KUMTAPALA) sambil berpegangan tangan seraya berdoa agar semua tim kembali dengan selamat. Wajah sedih, lesu, tangis dan bahagia nampak mengiringi keberangkatan tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010, itulah sejenak yang kami tinggalkan. Pukul 14.20 tim Ekspedisi telah meninggalkan Base Camp Mapala Kumtapala tercinta menuju ke pertigaan Kampus Untad sambil menunggu mobil menuju ketempat lokasi kegiatan (Siboang).
Sejak berangkat dari pertingaan kampus Untad, mobil track yang kami tumpangi tiba pada pukul 10.42 di Desa Siboang Kec. Sojol Kab. Donggala, yang seharusnya tiba pada malam hari, karena mobil tersebut masih memuat semen di Pantoloan jadinya tiba pada pagi hari. Wajah Ibu Aksan kaget sambil tersenyum melihat 12 orang turun dari mobil, inilah kami, inilah Mahasiswa yang pernah berjanji akan kembali saat survey sebelumnya. Tim pun menurunkan semua barang-barang dan langsung istirahat sejenak setelah itu tim breeffing. Breeffing tersebut menghasilkan bahwa sebagian tim mengantar surat pemberitahuan kegiatan kepada kepala Desa Siboang, Camat Sojol, Kepala Desa Siboang dan Kapolsek Sojol, sebagian tim lagi membuat plakat di pertigaan Sipator dan sebagian tim lagi ditugaskan untuk mencari data mengenai sejarah Sojol (Observasi).
Tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 dilepas langsung oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa Siboang serta Warga setempat untuk berangkat ke Dusun Sipator sebagai titik star pendakian dengan memakai mobil track. Pukul 12.00 tim Ekspedisi tiba di titik star pendakian tepatnya di Rumahnya Pak Guru (Guru Karate). Tim langsung disambut gembira oleh warga Dusun Sipator, akan tetapi saat itu Pak Guru tidak berada di tempat, tim pun langsung istirahat.
Pada pukul 07.00 sebagian tim beraktivitas sebagai mana mestinya, yaitu memasak, mandi dan mencuci. Pada malam hari  tim melakukan observasi sesuai dengan nama kegiatan yang kami lakukan, responden pada saat itu adalah Pak Guru, selama ± 4 jam tIm mencari data mengenai Sejarah Sojol serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat.


Awal kegiatan pendakian sekaligus disambut oleh hujan yang begitu deras, setelah berpamitan pada warga Dusun Sipator  pada pukul 13.00. tim ekspedisi Ekspedisi Budaya Msyarakat Pedalaman Sojol 2010 bergerak dan hari pertama pendakian, dipertengahan perjalanan tim istirahat di sebuah pondok warga. Pada hari yang sama,  Kondisi medan yang  sangat menantang untuk dilalui, seakan-akan wall climbing yang kami lakukan, canda tawa mengiringi langkah kami untuk membuang rasa lelah, letih dan lesu. waktunya istirahat, sesuai dengan schedule yang kami susun, membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan postur tubuh tiap Anggota Tim,, wahh kayaknya si Akbar N si Farid yang mencari kayu bakar ni badannya besar kaya gorilla hehehehe......
Hari sudah mulai gelap, mengelilingi api unggun dan evaluasi perjalanan tadi. Selanjutnya diadakan diskusi, yahh walaupun tema diskusinya agak ngawur, tapi nda menuntut kemungkinan ada ilmu lo didalam pembahasan itu.

Kali ini tim menyusuri sungai dan menyipir lereng-lereng gunung, tujuan yang ingin kami capai yaitu rumah Pak Birata, rencananya disini kami mengambil data lagi (observasi).  Tim tiba di rumahnya Pak Birata sekitar pukul 13.00 wita.   Dari Rumah Pak Birata ini sekitar tiga hari sudah meraih Puncak KUMTAPALA,  dan untuk menghargai waktu tim tidak berlama-lama lagi dirumahnya Pak Birata tersebut dan langsung berangkat. Saudara Sudirman  Alias Sinchan Alias Icank sengaja membawa pakaian untuk diberikan kepada masyarakat pedalaman Sojol, tetapi kali ini kami menukarkan dengan bête atau talas, masing-masing anggota tim mempacking talas tersebut.. hohoho biasa minuts-2 logistik.


Hari berikutnya  kondisi medan yang kami lewati sangat bervariasi sumber air pun masih ada, tidak ada anggota tim yang drop pada hari ini, semua berjalan dengan penuh semangat dan kekompakan tim pun semakin terjaga dengan suara-suara yang keluar dari beberapa anggota tim “KUMTAPALA” kata-kata itulah yang membuat kami terus menelusuri hutan belantara, tidak ada keluhan-keluhan yang terdengar, eehhh kecuali Akbar Alias Anakonda Alias Akon Cariernya tasangkut-2 di duri rotan makian terus yang muncul dari mulutnya. keadaan itu yang membuat kami semakin terbahak-bahak, aneh, lucu.  Pukul 11.30 tim istirahat membuang rasa lelah sejenak, disini canda tawa terdengar lagi disela-sela tim, entah penghuni Sojol ini marah kami tidak peduli akan hal itu. Ada beberapa orang yang ditugaskan ketua tim untuk survey jalur dan sambil membersihkan jalur yang tertutup, setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan penuh gairah yang tinggi. Pukul 16.00 wita, tim istirahat sejenak dan kemudian tiga orang dari tim di tugaskan untuk survey jalur beberapa ratus meter kedepan karena jalur didepan agak menanjak, lama tim lain menunggu, tim survey pun tak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan untuk buat bivack, disela-sela membuat bivack tim yang ditugaskan telah datang dan mereka mengatakan bahwa jalur didepan agak menanjak, tidak layak untuk ngecamp.  Semua bergerak tanpa pembagian tugas, disini dilihat kekompakan tim, kerjasama yang baik dan alhamdulilah semua bekerja, semua berfungsi dari berbagai komponen tim. Ada yang memasak, bangun tenda, cari kayu, buat api dan buat jemuran. WAAAHH kompak yah.... Malam harinya kami lanjutkan untuk diskusi, ditemani dengan suara jangkrik dan hangatnya malam didepan api unggun ditemani 4 cangkir kopi diminum secara bergantian.

Pagi ini, membuka res Tenda Kabut menutupi pepohonan, jarak 10 meter pun tidak terlihat... matahari enggan untuk menyinari diarea ini, dingin seperti di dalam kulkas selama 1 jam.. ini pertama kali seluruh anggota tim merasakan hal seperti ini, kami harus bergegas masak, makan, packing dan berdoa . ditengah perjalanan pun matahari masih enggan tuk menyinari pegunungan Sojol. WoOwooooWW Hujan telah membasahi hutan Sojol sekaligus dengan penghuni-penghuninya,. Ada yang membongkar cariernya untuk mengambil ponco /jas hujan ada juga yang tetap dengan gagahnya memakai baju biasa, waduhhh sombongnya.........
Tapi kondisi ini malahan menambah kami semangat, membuat kami semakin tertantang oleh dinginnya Sojol, tertantang oleh gigitan Pacet yang menempel di betis.  Tim tetap bergegas melangkahkan kaki , pas di sela-sela perjalanan kami menemukan paralon yang bertuliskan pos air yang dibuat oleh MAPALA KUMTAPALA pada tahun 1994, sebagian anggota tim ditugaskan mengambil air karena persediaan air sudah menipis, padahal pada saat itu hujan, yaaahhh kondisinya kan sementara dalam perjalanan.  Anggota Tim yang masih kosong jergennya segera berlari mengikuti suara sungai. 

Pepohonan di ketinggian 1400 MDPL ini tertutup oleh Lumut yang sangat tebal , bila menyentuh pohon itu terasa pegang es, ya sembarang es lah......... diketinggian ini hutan rapat  pun tak bissa terhindarkan, dengan kondisi seperti ini Tim harus berdekatan , jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 
Tak lama lagi  puncak KUMTAPALA aka kami dapatkan sebab plakat seakan-akan mendorong kami secepatnya berlari untuk menggapai itu.
Tim harus menginap tidak berani mengambil resiko sebab jam sudah menandakan 16.47 Wis (Waktu Indonesia Sojol). 
Hati kami semakin menggebu-gebu betapa tidak walaupun kabut menyelimuti bangun tidur kami , walaupun dinginnya Sojol menggetarkan tulang-tulang kami tapi Puncak KUMTAPALA di perkirakan hanya sekali gass lagi..... ayooo kita raih apa yang selama ini kita mimpi-mimpikan, yang sering terdengar saat kita di Base Camp tentang Sojol, Tentang Puncak Sojol, Tentang Puncak Kumtapala, Tentang Dinginnya Sojol, ayooooo saatnya kita yang menceritakan kepada mereka. keganasan Sojol di Ulang Tahun ke XX KUMTAPALA...........diketinggian  1400 MDPL ini  Hanya beberapa menit kami memeriksa cariel, kami harus mempercepat langkah lagi sebelum semuanya kedinginan, kali ini kami tidak istirahat siang, kami tidak mengenal waktu siang lagi, mungkin keasyikan berjalan atau melawan dinginnya Sojol.  Jalan semakin anarkis, jalur semakin membingungkan, string line entah sembunyi dimana. Kami harus memanjat akar-akar pohon dengan membawa beban yang semakin berat saja.  Ini sangat tragis, jika ada anggota tim yang mempertahankan egonya sendiri pasti tidak akan kembali. semua saling berketergantungan, saling menolong, kerjasama yang baik yang kami perlihatkan kepada penghuni Sojol selain kami saat itu, mungkin mereka iri dengan Solidnya Tim ini.  Hari yang berikutnya Perjalanan kami lanjutkan sekitar pukul 07.18 Wis (Waktu Indonesia Sojol), beban semakin hari semakin berat saja, entah apa yang bertambah di dalam carier kami.  Masih tetap semangat walaupun beban semakin berat, seiring waktu berjalan kami pun terus bergegas berjalan,. " PUNCAK KUMTAPALA" Lider berteriak Puncak Kumtapala, sehingga anggota Tim yang lain tidak merasa beban carier yang dibawahnya itu berat..... hampir semua berlari, berlari karena terharu, bangga, bahagia, senang, sedih bercampur menjadi satu. 
Kabut masih bersama kami, dicampur badai yang sejak tadi pagi bergandengan dengan kabut.... dingin semakin menggila, hanya sejam kami di Puncak Kumtapala, tidak ada pilihan lain selain melanjutkan perjalanan sambil menengok keatas, kiri dan kanan, sebab gemuruh badai semakin keras. Hinggah mendapatkan tempat untuk ngecamp pukul 16.27 Wis (Waktu Indonesia Sojol).

Pagi ini, sama dengan pagi yang kemaren, hanya saja matahari mengintip lalu lari, mengintip lalu lari,,,,,,... waahhhhh kapan mataharinya bertahan yaaaaa.!!! seperti cerita dihari-hari kemarin, tidak ada bedanya. kami bergegas untuk memasak dan selanjutnya packing barang masing-masing, seperti biasanya membentuk lingkaran, berpegangan tangan dan berdoa. 





Langkah demi langkah telah kami layangkan untuk menembus dinginnya Sojol, berjalan sambil menunggu apakah Dingin bisa berubah menjadi panas.... waaaahhh mustahil deh sebab kami berjalan ditengah hutan rimba yang berselimutkan lumut dan tanah yang lembab. Tapi keinginan Tim untuk meraih Puncak Sojol tidak bisa terpatahkan oleh ganasnya Sojol. 

Kondisi medan bervariasi, tanjakan lalu menurun, badai dan kabut pun masih menemani setiap langkah kami, jalan sangat licin tidak bisa dihitung berapa banyak dari kami yang sering menyambarkan pantatnya ketanah. , ooohhhh tangan terasa keram, darah seakan tidak mengalir lagi, tangan sudah tidak bisa dikepalkan lagi. Tapi kami harus melawan itu, berjalan terus sambil menghibur satu sama lain. 

Pagi  ini Cuaca cerah, tapi semua sudah tampak kedinginan, lesuh, capek dan gelisah semua bercampur aduk menjadi satu. Pukul 06.25 Wis (Waktu Indonesia Sojol) kami siap berangkat, seperti biasanya berbentuk bundaran dan berpegangan tangan lalu berdo’a, kami bergegas melangkahkan kaki dengan tujuan sesuai dengan hasil breeffing kemarin menuju puncak Sojol,  kekompakan tim pun masih utuh dan ini yang selalu kami inginkan.  Dengan  penuh semangat kami pun mendaki sambil berlari dan yang menjadi leader rekan kami Sulfikar di temani Moh. Rifai yang begitu cepat menuntaskan perjalanan sehingga mereka berdua yang lebih dahulu menemukan Triangulasi Puncak Sojol yang menjadi tujuan kedua dari Expedisi Budaya Pedalaman Masyarakat Sojol 2010.
Pukul 9.30 Wis (Waktu Indonesia Sojol), akhirnya  semua tim berhasil meraih Puncak Sojol, seluruh tim terharu, ada kebanggaan tersendiri yang terpancar diwajah ke dua belas orang lelaki yang sampai saat ini sudah tiga belas hari di hutan belantara yang begitu bringas, seram dan mistic.  Saling  berpelukan dan meneteskan air mata mengingat betapa beratnya perjuangan untuk meraih puncak Sojol dan di satu sisi seluruh tim merasa bangga telah berhasil dan mendapat kepuasan tersendiri.  Kemudian semua tim saling bergantian untuk mengabadikan puncak Sojol dengan berfoto-foto, setelah pengambilan dokumentasi selesai kami pun menyempatkan waktu untuk makan snack yang kami bawa serta minum coffe untuk menghilangkan rasa dingin yang semakin menusuk.  Kami mengelilingi Triangulasi, tangan dikepalkan lalu di letakkan didada kiri dan bernyanyi (MARS KUMTAPALA), dan menyusul ucapan ulang tahun kepada Mapala Kumtapala yang ke-XX.  
 Hari ini kami harus kembali, kembali ke pertigaan Bonde, pendakian yang terjal harus kami lalui, akar-akar pun kami manfaatkan untuk pijakan kaki, hari ini kami hanya nginap dipertigaan saja, sebab tidak bisa memaksanakan tim untuk melanjutkan perjalanan dalam kondisi seperti ini....  tidak sedikit Kotoran Anoa dan kotoran anoa kami temukan diperjalanan. harus secepatnya istirahat sebab besok menempuh jalur yang menurun. Persiapan logistik masih tersisa untuk tiga  hari, sebagian anggota tim mencari pinang untuk makan malam nantinya..... lumayan mengurangi jatah logistik yang tersisa. 
Pagi harinya Tim bersiap-siap untuk turun arena, turun dari pertigaan Bonde, sudah tidak mampu lagi menahan dinginnya dihutan belantara ini, secepatnya mencari hutan yang tidak berlumut. Dua hari perjalanan Tim telah mendapatkan area perkebunan masyarakat Dusun Bonde, tak lama kemudian tiba diperkampungan. Tim langsung ke rumah Bapak Kepala Dusun Bonde......
hidangan makanan telah disiapkan setelah satu jam kemudian, dengan lahapnya kami menyantapnya,,,, baru kali ini merasakan makanan yang super enak selama pendakian....

Team pembantu yang ada di posko induk telah datang menghampiri kami, Antara gembira dan tidak  yang nampak dari sekian orang datang tidak terkecuali Kanda Djamaluddin, SH (Opha),.   








SEGENAP TIM EKSPEDISI BERTERIMA KASIH;
Kepada Allah S.W.T. penguasa alam semesta yang telah memberikan kami kekuatan, kesehatan, kesempatan serta lindungan selama kami mengikuti kegiatan Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010. Kepada  KETUM Mapala Kumtapala (Kanda Enik Rahmawati) thanks atas saran-sarannya dan rekomendasinya, Buat anggota Kehormatan dan Alumni Fakultas Hukum UNTAD yang telah membantu kami dalam pendanan pada kegiatan ini kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya.  Kepada Kanda Djamaluddin SH alias Opha terima kasih atas Nasihat, saran-saran serta bantuan dananya.  Untuk segenap Anggota Tetap dan Anggota Muda Mapala Kumtapala Trims atas dukungannya dan masukan-masukannya, buat Kanda Hamka Akib, SH thanks nasihatnya dan arahan-arahannya, buat seluruh Anggota Kehormatan dan Anggota tetap serta Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala terima kasih atas dukungan Moril dan materilnya kami tidak akan melupakan itu semua. , kepada Saudara-saudara sesama pecinta alam se – Kota Palu terima kasih atas keikhlasan untuk meminjamkan peralatannya. kepada KPA Adventure terima kasih atas carier nya, buat Pak Akhsan dan Bu Akhsan  terima kasih atas jamuannya dan sambutannya, buat pak Guru beserta Warganya terima kasih atas data-datanya, buat Om Jia (Om Kento) terima kasih banyak yach atas semuanya, buat Kepala Desa Siboang, Kepala Desa Balukang II, Camat Sojol (Pak Sultani) dan Kapolsek Sojol terima kasih atas izin dakinya, buat Bapak Rektor Universitas Tadulako Sahabuddin Mustafa terima kasih atas Rekomendasinya yaaa... untuk Bapak Kepala Dusun Bonde terima kasih atas rokok Clas Mild nya dan snack serta jamuan makannya.  Untuk semua warga Dusun Sipator, Dusun Bonde, Desa Balukang II, Desa Bou dan Desa Siboang kami ucapkan banyak terima kasih atas segala informasinya, Kabut dan Badai serta hujan yang tiap harinya menemani kami di pegunungan Sojol yang penuh keseraman “suatu saat kami pasti akan menapakkan kaki kami  lagi” pacet, anoa dan kutu babi berkembang biak yang banyak yahhh… “ kemudian buat Pinang Hutan, Rotan dan Enau terima kasih karena kalian kami bisa minutes logistic kami hehehehehehehe…….” GIGITAN PACET Daun MU “masih gatal nih…..” Kutu Babi, waduh masih ada yang melengket nich.  Untuk jiwa-jiwa petualang sejagad raya Sojol Menanti kalian, marilah kita sama-sama menjaga alam ini beserta isinya karena alam mencintai yang mencintai alam. Dan untuk semua pihak yang tidak sempat kami sebutkan yang telah berpartisipasi secara langsung maupun tidak langsung kami ucapkan terima kasih banyak. Yang teristimewa  untuk MAPALA KUMTAPALA KU yang tercinta. Hanya kaulah yang membuat kami jadi manusia pemberani, ulet, tekun, disiplin serta mandiri.   “Abadilah Engkau Dalam kejayaan”.    
Salam Lestari.






By. Departemen Info Dan Pers MAPALA KUMTAPALA



KONFERENSI XIX MAPALA KUMTAPALA

MAPALA KUMTAPALA 05 s/d 10 Oktober2011

Pembukaan Konfresi Ke XIX Mapala Kumtapala
Sejak satu Bulan sebelum pelaksanaan kegiatan, Badan Pengurus Mapala Kumtapala Fak. Hukum UNTAD telah membentuk Panitia Pelaksana Konferensi Ke - XIX, yang Ketua Panitia nya Saudara Bebi (Pledoi) NRA :  MK 90 153 10.  selama kurang lebih satu bulan Panitia Pelaksana berhasil mengadakan kegiatan ini dengan sukses. Program ini adalah program tahunan Pengurus Mapala Kumtapala yang wajib untuk dilaksanakan. Konferensi ke - XIX  ini berlangsung selama 5 hari dimulai dari tanggal 05 s/d 10 Oktober 2011 bertempat di Fak. Hukum UNTAD, dengan tema : “Mengembangkan Karakter Demi Terwujudnya Anggota Yang Kritis Dan Profesional Dalam Berlembaga”.
Sambutan PD III Fak. Hukum Untad Suarlan Datu Palinge, SH.MH
acara pembukaan Konferensi Ke - XIX ini dibuka langsung oleh Pembantu Dekan III Fak. Hukum Untad (Bapak Suarlan Datu Palinge, SH., MH). dalam sambutannya beliau mengapresiasi kegiatan positif yang dilaksanakan oleh salah satu UKM di tingkat Fakultas ini, kemudian beliau juga menghimbau agar pengurus kedepan dapat meningkatkan kegiatan-kegiatan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai penjabaran dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti yang pernah diadakan di Desa Jono di Bulan Juni 2011 lalu dan kegiatan-kegiatan lainnya.                
Suasana saat Konfrensi
Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah merumuskan suatu bentuk atau konsep kelembagaan yang  lebih demokratis, konstruktif, dinamis serta menciptakan Kader-kader yang handal yang bisa di perhitungkan ditengah-tengah masyarakat kedepan. Dengan diadakannya kegiatan ini tentunya dapat menghasilkan nilai tambah baik dari Kader maupun Institusinya sendiri.
Serah terima jabatan
Selama berdirinya dari tahun 1990, Mapala Kumtapala telah banyak memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pelestarian lingkungan hidup, khusunya Sulawesi Tengah. hal inilah yang dicita-citakan oleh seluruh Kader Mapala Kumtapala agar dapat meningkatkan perannya ditengah-tengah masyarakat agar Visi itu dapat tercapai.
Ketua Panitia juga mengatakan bahwa, saya menjabat sebagai Ketua Panitia ini bukan hanya di Konferensi saja tapi disertakana dengan Dies Natalis Ke-21 yang diadakan dibulan oktober pula... waahh ini suatu amanah yang besar bagi saya, karena selama ini baru kali ini saya menjabat yang sangat strategis menurut saya. hal ini tentunya saya laksanakan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki serta teman-teman panitia lainnya.

Semoga dengan apa yang telah dibahas selama lima hari itu dapat memberikan manfaat demi kelangsungan
MAPALA KUMTAPALA  kedepan. Amin.




MAPALA KUMTAPALA UNTUK BULU'NTII 2324 MDPL

MAPALA KUMTAPALA UNTUK BULU'NTII 2324 MDPL
 


Mapala Kumtapala merupakan lembaga minat bakat petualangan alam bebas (Out Door Sport) yang salah satu divisinya adalah  Jelah Rimba Mendaki Gunung (JRMG)  diantara tiga divisi lain yakni Caving, Climbing dan Advokasi dan Konservasi. Aktivitas pendakian ini sangat didukung oleh kondisi alam di Sulawesi Tengah yang mana banyak dijumpai pegunungan dan hutan belantara yang belum terjamah, keindahan alam merupakan anugerah sang pencipta kepada mahluknya yang merupakan bukti kebesaran -NYA untuk itu kita dituntut untuk mengelolah dan memampfaatkannya secara bijaksana.

Aktifitas mendaki gunung dan menjelajah rimba merupakan aktifitas yang sangat Ekstrim, harus memerlukan persiapan yang matang baik segi mental, fisik maupun materii serta hal-hal penunjang lainnya. Hal ini wajib dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat pendakian nantinya.Team Ekspedisi gunung Bulu N’ti 2011 kali ini melintas dengan titik star mengambil lokasi di Desa Jono dan finish puncak Bulu N’ti dengan ketinggian 2324 Mdpl.

Berdasarkan Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pengurus Mapala Kumtapala kepada kami tentang pengambilan Nomor Registrasi Anggota (NRA) di pegunungan Bulu'Ntii yang di koordinir langsung oleh kanda Abd. Rahman Reza maka tim Ekspedisi Bulu N’ti 2011 mencoba untuk  mengembang amanat tersebut sebagai salah satu syarat kenaikan Jenjang Pendidikan ke-empat di Mapala Kumtapala Fak. Hukum UNTAD.

Kegiatan ini terdiri dari dua tahap, untuk tahap pertama yaitu persiapan kegiatan dimulai dari tanggal 15 Juni 2011 sampai dengan 14 Juli 2011 bertempat di Base Camp Mapala Kumtapala. Tahap kedua yaitu pelaksanaan kegiatan atau pendakian yang direncanakan selama  5 (hari) hari dengan perencanaan logistik selama 8 (delapan) hari terhitung eror, yang rencananya dimulai dari tanggal 16 Juli sampai dengan 23 Juli 2011 dengan titik star di Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengah.

 Letak pegunungan Bulu N’ti pada lembar peta nomor 2014-64 dengan nama MARANATA, pegunungan Bulu N’ti terletak pada koordinat:
  119°  05’ 12.3” BT
    48’ 02.8”      LU

Segala sesuatunya sudah dianggap rampung dan siap untuk melaksanakan kegiatan Team Ekspedisi Bulu N’ti 2011, kami pun membuat suatu pertemuan untuk mempresentasekan kesiapan yang telah kami lakukan selama ini, Presentase kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Anggota, Badan Pengurus dan Anggota Mapala Kumtapala yang dilaksanakan pada tanggal 01 Juli 2011 bertempat base camp Mapaka Kumtapala Fakultas Hukum Universitas Tadulako. Dalam presentase yang kami lakukan banyak masukan yang kami terima Khusunya penambahan daftar perlengkapan dan yang paling utama kekompakan Team, berangkat dari situ kami juga belum dinyatakan siap untuk melakukan ekspedisi karena hasil yang dicapai belum sampai 50 % untuk standar ekspedisi sehingga semua anggota yang tergabung dalam ekspedisi Bulu N’ti berusaha keras untuk mencapai target ekspedisi, karena itulah pengurus mengarantinakan para peserta ekspedisi untuk memberikan arahan kekurangan-kekurangan. Dengan kegigihan,  semangat dan kerja keras peserta ekspedisi maka kami sampai pada target dan kami pun dinyatakan siap untuk melakukan ekspedisi Bulu N’ti.  

Informasi yang disampaikan oleh pengurus Mapala Kumtapala tentang pendidikan lanjutan pengambiln Nomor Registrasi Anggota telah kami ketahui, sehubungan dengan itulah maka pada hari ini semua peserta yang akan mengikuti pendidikan lanjutan  pengambilan Nomor Registrasi Anggota (NRA), telah sibuk untuk membentuk suatu tim panitia pelaksana kegiatan yang terdiri atas ketua yaitu Asmarita (posita), sekertaris Abd. Aan Achbar (kasasi), bendahara Fitriani. S. Pairunan (Regulasi) dan seperangkat seksi-seksi yang mengkoordinir job-job yang telah ditugaskan.  Setelah menyelesaikan syarat kami pun mengerjakan tentunya yang pertama yang harus dipenuhi adalah masalah administrasi terutama masalah perizinan dan juga pemberitahuan kegiatan serta permohonan bantuan dana dalam hal ini badan pekerja bersama-sama dengan Badan Pengurus mengeluarkan beberapa surat ke berbagai pihak terkait untuk mendukung kegiatan ini.
Perjuangan, semangat dan kerja keras oleh anggota tim ekspedisi belum mencapai target yang diinginkan, dikarenakan situasi pasca kegiatan pada saat itu tengah belangsung kegiatan ujian semester bagi mahasiswa Fak. Hukum sehingga para pekerja terhambat memenuhi target yang diinginkan, selesai dengan kegiatan ujian semester anggota tim ekspedisi mulai bekerja sepenuhnya, sesuai dengan tugas masing-masing, kami membagi anggota untuk mensurvai tempat desa yang akan menjadi lokasi kegiatan, disini ketua panitia menugaskan bebi dan rahmat untuk mencari data-data yang akan diperlukan nantinya dalam kegiatan ekspedisi,  setelah mengumpulkan data-data dari lokasi yang telah ditentukan kami pun langsung membuat plotingan jalur ekspedisi pada pegunungan Bulu N’ti tepatnya di Desa Jono Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. 

 
Dari informasi-informasi yang kami kumpulkan  jalur yang akan kami lewati cukup menantang sehingga untuk menyukseskan kegiatan ini kami memerlukan persiapan-persiapan yang sangat optimal baik dari segi perlengkapan, maupun persiapan fisik dan mental masing-masing anggota tim karena itulah Pra Pelaksanaan kegiatan ini disamping mengurus administrasi kami menyempatkan diri untuk melakukan pembekalan fisik dengan melakukan joging serta olahraga otot. Setiap pukul 15.00 semua anggota tim ekspedisi melakukan kegiatan olahraga berupa joging, kegiatan ini dikoordinir langsung oleh kanda Abd. Rahman Reza serta senior-senior lainnya. Kegiatan ini berlangsung selama sebulan sebelum proses pendakian, kegiatan tim ekspedisi selama sebulan yaitu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam  pendakian nantinya.
  
Rabu, 13 JULI 2011
Setelah semua persiapan telah dianggap matang, Koordinator Lapangan (Abd.Rahman Reza) di bantu dengan Ketua Mapala Kumtapala untuk  membagi logistic sama rata kepada Anggota tim. Setelah itu Tim di kumpulkan dan diberi arahan  oleh Dewan Pembina dan senior-senior lainnya, setelah itu kami berkumpul bersama dan untuk lebih mempererat tali persaudaraan maka setelah pembagian logistic semua anggota tim tidur bersama-sama, dan istirahat full untuk menyegarkan badan persiapan keesokan harinya.
Kamis, 14 Juli 2011
Kegiatan hari ini, para anggota tim ekspedisi telah sibuk untuk mempacking barang-barang yang akan dibawah dalam pendakian nantinya, pukul 12.00, semua anggota telah siap dengan carier masing-masing, dan pada pukul 13.00 kordinator lapangan memberikan instruksi untuk berkumpul di pelataran Mapala Kumtapala karena pada saat itu akan dilangsungkan upacara pelepasan tim ekspedisi Bulu N’ti ke Desa Jono.
Upacara pelepasan tim ekspedisi ini dilepas langsung oleh Dewan pembina Mapala Kumtapala (Kanda djamaluddin, SH) sebagiai pembina upacara dan dipimpin lansung oleh kordinator lapangan. Arahan dari Dewan Pembina untuk kesuksesan kegiatan pendakian sangatlah penting serta masukan-masukan dari  Anggota Kehormatan, kami dilepas di Depan Panggung Mahasiswa Fak. Hukum UNTAD. Sebelum pelepasan kanda Hamka meminta izin kepada korlap untuk memberikan arahan kepada anggota tim ekspedisi, untaian kata-kata yang sempat membuat suasana hening dan tetesan air mata tim ekspedisi membuktikan keseriusan untuk mencapai kesuksesan ekspedisi kali ini, kata-kata  yang sangat memiliki makna itulah yang membuat semua anggota tim memiliki rasa tanggungj awab untuk menyukseskan pendakian ini.
 
Pukul 14.00 dan kami meninggalkan  Base Camp Mapala Kumtapala tercinta  menuju Desa Jono sebagai titik Star Kami untuk melakukan pendakian. Tim tiba pada pukul 16.00 Wita, dan disambut baik oleh saudara-saudara kami sesama anggota Mapala Kumtapala yang dahulu  telah berada  di Desa Jono, serta warga dan ibu kades Desa Jono. Sesampainya ditempat yang  menjadi posko induk kegiatan, semua anggota tim ekspedisi langsung mengambil posisi untuk tempat bermalam, selesai mendirikan tenda domne kami langsung mempersiapkan masakan untuk makan malam.  Pukul 23.00 semua tim telah selesai dengan kegiatan makan malam dan dilanjutkan dengan istirahat malam. 

Jumat, 15 Juni 2011
Pagi hari ini udara sangat sejuk, matahari menyinari tanpa ada awan yang menghalangi, para anggota tim khusus perempuan telah bergegas menuju rumah kepala Desa Jono, sesampainya disana kami meminta diri untuk numpang mandi. Tak terasa jam telah menunjukan pukul 08.00, para senior telah sibuk mempersiapkan kegiatan yang akan mereka laksanakan, sedangkan para anggota ekspedisi turut bergabung dalam menyukseskan kegiatan yang mereka laksanakan, kegiatan ini berupa penyuluhan hukum pada masyarakt Desa Jono.

 
Tak terasa kegiatan penyuluhan tersebut telah selesai, dan kami pun kembali ke posko induk untuk istirahat, namun ada sedikit kesalahan yang kami buat sehingga kami mendapatkn sangsi atas keceroboan kami. Pukul 21.00 kami melakukan breaving untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan, dan pukul 21.30 kami pun istirahat.

Sabtu, 16 juni 2011
Berangkat Dari            : Desa Jono
Leader                         : Abd. Aan Achbar
Navigator                     : Fitriani S. Pairunan
Sweeper                       : Bebi
Berangkat jam             : 07.30 Wita
Koordinat                     : BT : 119˚
                                        LS: 1˚
Tujuan                         : Camp I
Tiba jam                        : 15.55 Wita
Waktu Tempuh           : ± 8 Jam
Kondisi medan           : Bervariasi antara landai dan tanjakan
Sumber air                   : saluran air
Jenis Flora       : pisang, kelapa, keladi, coklat, beringin, rumput alang-alang, pinus, jagung, kemanggi, rica, dan pohon aren
Jenis Fauna    : lebah, semut, ulat bulu, ayam, lalat, jangkrik, kupu-kupu, babi, anjing, burung alo, kaki seribu dan katak.

Catatan Perjalanan
Pagi ini terasa cepat, waktu yang ditentukan untuk bangun pagi telah melenceng dari target yang ditentukan, tak terasa waktu menunjukan pukul 06.30 kami pun bergegas menyiapkan diri untuk menuju rumah pak kades setelah mempacking barang-barang. hentakan kaki beriringan menambah semangat, sesampainya dirumah pak kades, kami menerimah arahan dari pak kades dan dilanjutkan dengan pelepasan serta mengambil dokumentasi. Suara burung serasa menyambut dan mengiringi perjalanan tim ekspedisi kali ini, jalur yang akan kami lalui langsung disambut dengan medan yang cukup menantang dan sangat dibutuhkan kesiapan mental dan fisik yang mendukung.

 Tak terasa kami telah melewati pegunungan yang terjal disertai dengan sengatan matahari yang begitu panas namun itu semua tak mengoyahkan semangat anggota tim , ketika waktu menunjukan pukul 12.00 kami istirahat dan melakukan copy break untuk menambah staminah, dan langsung mencari titik koordinat peristirahatan untuk dikirim ke posko induk. Jalur yang kami lewati mengikuti saluran air warga dengan kondisi medan tandus akibat panasnya matahari disertai dengan rumput ilalang yang telah mati akibat kebakaran, sepanjang perjalanan kami melewati 2 buah rumah warga yang sedang melakukan aktifitas membuat kerajinan tangan gelang serta kebiasaan masyarakat yang memakan buah pinang yang dicambur dengan daun sirih. Selesai copy break kami melanjutkan perjalanan menuju target yang telah ditentukan. Dalam Perjalanan ini jalur yang kami lalui agak mudah dikarenakan pepohonan yang rindang membuat sejuk udara di sepanjang aliran air. Waktu telah menunjukan pukul 14.00 tak terasa kami telah berada di ketinggian 500 MDPL, dengan kondisi cuaca mulai gelap karena kabut mulai turun dan menyelimuti pepohonan. Perjalanan kami semakin jauh dan waktu telah menunjukan pukul 15.30 tapi kondisi medan yang harus dilalui masihlah panjang, menantang dan penuh resiko. Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung serta kondisi medan yang sangat terjal  sehingga agak sulit untuk mencari tempat nginap. Pukul 15.55 ketua tim memberikan instruksi untuk berhenti melakukan perjalanan dan langsung memberikan arahan untuk membangun tenda, sedangkan sang navigator langsung melakukan tugas untuk mengirimkan koordinant posisi tim ekspedisi melakukan penginapan kepada posko induk.

Seluruh anggota tim langsung mengambil jobnya masing-masing, sesuai apa yang telah disepakati bersama,  ada yang mencari kayu bakar, menyalakan api, mendirikan tenda, dan langsung menyiapkan makan malam.  Pada pukul 18.00 semua anggota tim expedisi melakukan makan malam dan selesai dengan aktifitas tersebut, Karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, kami pun semuanya langsung melanjutkan agenda selanjutnya yaitu breaving pada pukul 19.00   dan pada pukul 20.00 sebagian anggota tim istrahat namun ada di antara mereka yang masih melakukan aktifitas berupa membuat catatan perjalanan pada hari ini serta ada yang menampung air hujan. Selesai dengan semua aktifitas tersebut, semua anggota tim expedisi langsung beristrahat.

Minggu, 17 juni 2011
Berangkat Dari            : Camp 1
Leader                         : Abd. Aan Achbar
Navigator                     : Fitriani S. Pairunan
Sweeper                       : Bebi
Berangkat jam             : 07.00 Wita
Koordinat                     : BT : 119˚ 51’ 26.3”
                                        LS:1º 06’ 41.5”
: 833 Mdpl
Tujuan                         : Camp II
Tiba jam                        : 16.15 Wita
Waktu Tempuh           : ± 9 Jam
Kondisi medan           : Bervariasi antara landai dan tanjakan
Sumber air                   : saluran air
Jenis Flora       : pisang, kelapa, keladi, coklat, beringin, rumput alang-alang, pinus, jagung, rotan, rica, dan pohon aren, bunga anggrek, nenas.
Jenis Fauna    : lebah, semut, ulat bulu,ular, ayam, lalat, jangkrik, kupu-kupu, babi, anjing rayap, kaki seribu.

Catatan Perjalanan

     Suhu udara dipagi hari ini  sangat sejuk, ditemani dengan kicauan burung walaupun menyebalkan telinga.  Pukul 06.00 semua makanan telah masak dan langsung melakukan makan pagi. Pada pukul 06.30 semua anggota tim expedisi langsung melakukan kegiatan mempacking barang-barang.
Jam menunjukan pukul 07.00 semua anggota tim expedisi berkumpul untuk melakukan doa bersama. Selesai berdoa kami pun melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalanan. Sekitar 10 meter dari camp 1 kami mendapatkan hambatan berupa rerumputan ilalang yang sangat tebal, sehingga perjalan kami terhenti sejenak.
Dalam kondisi inilah kami merasakan kebersamaan, saling merasakan susah dan senang, pada saat inilah nilai persaudaraan yang terwujud melalui kerjasama antara satu dengan yang lainnya.
Perjalanan tim expedisi melewati ilalang yang sangat tebal itu merupakan salah satu hambatan dikarenakan waktu yang dibutuhkan kurang lebih 4 jam untuk melewatinya, dan membutuhkan tenaga yang lebih. Tak terasa sinar matahari mulai menyegat, ketika itu anggota tim expedisi telah menempuh jalur landai dan jalan setapak yang sering dilewati oleh masyarakat. Sepanjang perjalanan bunga-bunga anggrek tanah dengan warna ungunya yang cerah seakan-akan tersenyum melambai-lambaikan tangan memberikan semangat kepada tim expedisi.

Perjalanan terasa susah karena jalur yang kami lewati sangat terjal ± 70 º sehingga membutuhkan mental dan fisik yang lebih prima. Jam menunjukan pukul 15.30 anggota tim telah sampai dari rintangan dan menemukan landai, kami mengambil waktu 2 menit untuk istirahat sejenak. Kabut mulai menyelimuti pegunungan namun kami masih memiliki waktu untuk melanjutkan perjalanan, kondisi medan yang akan kami lalui sekitar 45 º. Tak terasa waktu menunjukan pukul 16.15 WITA namun kami belum menemukan tempat yang cocok untuk istirahat. Tepat dikoordinat 01º 06’ 53.2” LU dan 119º 06’ 23.2” BT dengan ketinggian 1410 Mdpl (GPS) dan 1400 Mdpl (alti).  Pukul 18.30 WITA ketua tim menngajak anggota tim untuk breaving untuk mengevaluasi perjalanan tadi dan menentukan perjalanan hari esok.

SENIN, 18 JULI 2011
Berangkat Dari            :  camp 11
Leader                         : Abd. Aan Achbar
Navigator                     : Fitriani S. Pairunan
Sweeper                       : Bebi
Berangkat jam             : 07.00 Wita
Koordinat                     : BT :119º 50’ 23.2”                                   
   LS:1º 06’ 53.2”
Tujuan                         : Camp III
Tiba jam                        : 16.15 Wita
Waktu Tempuh           : ± 9 Jam
Kondisi medan           : Bervariasi antara landai dan tanjakan
Sumber air                   : saluran air
Jenis Flora       : pisang, keladi, beringin, jambu, paku, rica, pinus, jagung, rotan, rica,pohon aren, bunga anggrek, pinang.
Jenis Fauna    :lebah, semut, ulat bulu,ular, ayam, lalat , jangkrik, kupu-kupu, babi, anjing rayap, kaki seribu.

Pukul 07.00 WITA kami melanjutkan perjalanan menuju target yang ditentukan yakni puncak Bulu N’ti. Ketika anggota tim expedisi hendak berdoa, kami dikagetkan oleh warga yang hendak berburuh dan pada saat itulah kami sempat berkomunikasi untuk mencari informasi-informasi tentang gunung bulu N’ti..
Dalam perjalanan dengan ketinggian 1600 MDPL kami menemukan lumut dengan panjang 1-3 cm di sinilah mulai hidup jenis pohon pinang dan kami menemukan salah satu bunga yang menurut kami adalah tumbuhan langkah dengan ciri-curi tumbuh di atas lumut dan berdaun transparan serta satu jenis yang lain yaitu tumbuhan yang seluruhnya berwarna biru dan berbuah biru kami memberi nama RYP3K.
Jam menunjukan pukul 12.45 WITA kami pun melanjutkan perjalanan hingga sampai ketitik ketitinggian 1850 MDPL yaitu dipuncak predator dan langsung melanjutkan perjalanan ke kaki Bulu N’ti dengan ketinggian menurut alti yaitu 1925 MDPL, dan ketika ketinggian 1850 tepat pada pukul 14.00 WITA kabut mulai turun. Perjalanan pun mulai menyesakkan sebab oksigen mulai berkurang, tanpa disadari anggota tim expedisi telah sampai di sebuah strang line yang bertulisan G.Bulu N’ti. Disinilah kami melakukan ormet dikarenakan alat yang kami gunakan berbeda. Menurut alti ketinggiannya 1900 MDPL namun menurun  GPS 2047 mdpl. Dengan titik koordinat BT 119048’35,7” dan titik koordinat LS 01005’47,4”.

SELASA, 19 JULI 2011
Berangkat Dari            : camp 111
Leader                         : Abd. Aan Achbar
Navigator                     : Fitriani S. Pairunan
Sweeper                       : Bebi
Berangkat jam             : 07.00 Wita
Koordinat                     : BT :119º 05’ 3                                          
   LS:1º 06’ 53.2”
Tujuan                         : Camp IV
Tiba jam                        : 15.00 Wita
Waktu Tempuh           : ± 8 Jam
Kondisi medan           : Bervariasi antara landai dan tanjakan
Sumber air                   : saluran air
Jenis Flora       :keladi, beringin, paku, pinus, rotan, rica , bunga anggrek, pinang.
Jenis Fauna    : semut, ulat bulu , lalat , jangkrik, kupu-kupu, burung alo, rayap, kaki seribu, lebah, pacet.

Catatan perjalanan

Pagi yang cerah dengan kicauan burung-burung, udara dingin menembus kulit-kulit. Tak seorang pun yang berani melangkahkan kakinya untuk keluar dari tenda doomne. Pagi ini tim expedisi Bulu N’ti bangun ketika alarm berdetak menunjukan pukul 05.00 WITA kami pun melakukan aktifitas memasak dari dalam tenda. Sambil menunggu masakan masak anggota tim expedisi yang lain menghangatkan badannya. Pada saat ini kondisi tim expedisi kesehatnnya sudah mulai menurun dikarenakan suhu yang semaklin dingin dengan ketinggian 2000 MDPL.
Walau telah dalam kondisi yang telah menurun kami semua tetap bersemangat. Jam menunjukan pukul 06.00 WITA semua tim melakukan kegiatan makan pagi dan dilanjutkan dengan mempacking barang. Menjelang pukul 08.00 WITA ketua tim memberi isyarat untuk berdoa dan langsung melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak abadi.
Selama perjalanan kami menemukan banyak rintangan selama dalam perjalanan. Perjalanan kami menuju puncak sangat melelahkan disebabkan karena suhu yang sangat dingin. Jam terasa cepat berputar. Namun tringulasi belum juga terlihat. Kami pun kehilangan jalur dikarenakan pohon-pohon telah tumbang dan tebalan lumut mencapai 3 – 7 cm. Tak sedikitpun kulit pohon yang terlihat akibat ketebalan lumut tersebut. Pohon-pohon jenis pandang tumbuh subur pada ketinggian 2000 MDPL, diketinggian tersebut tak sepohon pinang pun yang terlihat. kami harus melakukan ormed dalam kondisi seperti ini, mungkin ini lah jalan satu-satunya.Teriakkan suara melengking dari salah satu di antara mereka, suara kegembiraan menemukan puncak tringulasi. Tiga menit kemudian mereka datang memberitahukan bahwa mereka sudah menemukan tringulasi. Kami berempat pun berjalan bersama-sama menuju puncak tringulasi dan pada saat itu jam menunjukan pukul 15.00 WITA, kami semua tersenyum sambil meneteskan air mata mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena telah menunjukan jalan untuk mencapai tujuan. Dan langsung sujut mengucapkan syukur kepada ALLAH SWT.
Karena waktu telah menunjukan pukul 16.00 WITA, ketua tim mengambil inisiatif dan disepakati oleh teman-teman semua untuk bermalam di puncak dengan alasan karena tidak memungkinkan lagi untuk turun mencari tempat penginapan.
Setelah mengambil gambar, kami semua mengambil aktifitas untuk membangun tenda dan memasak. Dan pada pukul 17.00 WITA karena udara begitu dingin kami semua memasuki tenda setelah makan malam. Pada saat ini kondisi team expedisi ada yang telah sakit, kebanyakan dari tim yang sakit karena tidak terbiasa dengan suhu dibawah normal.

TERIMA KASIH
SALAM LESTARI.