Logo Kumtapala

Minggu, 29 April 2012

Sejarah Singkat Mapala Kumtapala

PERJALANAN PANJANG MAPALA KUMTAPALA FAK, HUKUM UNIVERSITAS TADULAKO 

Pendahuluan Mapala Kumtapala merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang berdiri pada tahun 1990 dengan keinginan untuk menyatukan bentuk aktivitas kepecintaalaman dalam suatu wadah yang disebut “Mapala Kumtapala” Selain merangkum berbagai bentuk aktifitas kepecinta alaman, lembaga ini juga mempunyai spesifikasi dalam mengembangkan keilmuan hukum yaitu mengenai hukum lingkungan yang berbasis pada masyarakat dan alam sekitarnya. Pengelolaan mengenai lingkungan merupakan bentuk dimana aspek yang mengemuka dalam masalah hukum dewasa ini, dimana aspek mengenai lingkungan merupakan suatu rangkuman dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, maka itulah sebagai insan pendidikan Mapala Kumtapala memposisikan dalam keikutsertaannya dalam pembangunan di bidang lingkungan dan memanfaatkan Sumber Daya Alam sekitarnya. 

Sejarah Organisasi 

Mapala Kumtapala Mapala Kumtapala berdiri pada tanggal 25 Oktober 1990 dengan maksud untuk menyatukan berbagai komponen kegiatan Mahasiswa yang berorientasi pada kecintaan akan keindahan alam beserta isinya yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada umat manusia untuk digunakan semaksimal mungkin demi kemakmuran umat manusia. Organisasi ini juga merupakan suatu Unit Kegiatan Mahasiswa Fak. Hukum yang telah memasuki usia 21 tahun. Kiprah dan eksistensi baik dalam lingkup Fakultas maupun di luar Universitas, berbagai aktivitas telah membawa nama harum Universitas Tadulako pada khususnya dan Sulawesi Tengah pada umumnya, bahkan berbagai kegiatan yang membawa nama harum Indonesia. Pada tahun 1986, di Fakultas Hukum Universitas Tadulako mempunyai Club-club petualang yang tidak terorganisir, diantaranya : Forum Adventure Tim ( FAT), LIPI’S, dan Clum Angkatan 1990. Dengan banyaknya club-club ini maka persaingan yang tidak sehat pun terjadi. Maka, dan pada akhirnya pada tahun 1990 ketiga club itu merembuk guna memusyawarahkan adanya suatu wadah yang bisa menaungi Mahasiswa-mahasiswi serta dapat menciptakan suatu tatanan berorganisasi lebih demokratis, terarah dan membentuk suatu kedewasaan serta mendapatkan legitimasi. Dalam hasil musyawarah itu ialah : 1. Membentuk UKMF yang dinamakan MAHASISWA PECINTA ALAM “KUMTAPALA”. 
2. Menetapkan Pengurus dan ketua terpilih adalah Kanda Djamaluddin, SH. 
3. Merekomendasikan kepada pihak birokrasi Fakultas untuk segera melegitimasi Organisasi ini. 
dari situlah MAPALA KUMTAPALA mencatatkan dirinya sebagai salah satu organisasi Pecinta Alam di Indonesia. 
Pendiri Mapala Kumtapala Fak.HukumUniv. Tadulako 
1. Djamaluddin, SH 
2. Mahfud, SH 
3. Yahya, SH 
4. Oji Syahroji, SH 
5. Trio Pabbilu, SH 
6. Jumaing Hammade, SH 
7. Ma’ruf Ansar, SH 
8. Mufthi, SH 
9. Mulyadi, SH 
10. Djabar Anuranta, SH 

Dari awal terbentuknya Mapala Kumtapala maka, dibentuklah Bidang-bidang yang membantu dan melengkapi struktur kepengurusan, yaitu : Ketua I : Bidang Administrasi, Ketua II : Bidang Lapangan, yang membawahi tiga bidang yaitu : Jelajah Rimba Mendaki Gunung (JRMG), Climbing, dan Susur Gua (Caving). Pemakaian sistym ini hanya bertahan selama lima tahun atau lima kepengurusan, selanjutnya pada tahun 1996 maka, diubahlah menjadi Koordinator Divisi yaitu : Koordinator Divisi Jelajah rimba Mendaki Gunung, Koordinator Divisi Climbing dan Koordinator Divisi Caving. Sistym ini bertahan hinggah sampai saat ini untuk mendukung program-program yang disepakati. Sesuai dengan perkembangan zaman dan semakin banyaknya peminat yang ingin bergabung di Mapala Kumtapala tidak bisa mendaki Gunung, Panjat Tebing dan masuk dalam Gua maka, dibentuklah suatu divisi Non Petualang yaitu Divisi Advokasi dan Konservasi yang didirikan Tahun 2007. 


Periode Kepengurusan (Ketua) 
I. Djamaluddin , SH. Periode 1990-1992 
II. Ma’ruf Ansar, SH. Periode 1992-1994 
III. Mustakim Karim, SH. Periode 1994-1995 
IV. Aspan Panji T, SH. Periode 1995-1996 
V. Sugiharto, SH. Periode 1996-1997 
VI. Rosmawati, SH/Syahrani, SH. Periode 1998-1999 
VII. Soleman, SH. Periode 1999-2000 
VIII. Hamka Akib, SH. Periode 2000-2001 
IX. Ridwan Adam, SH. Periode 2001-2002 
X. Raden Mas Hadi DP, SH. Periode 2002-2003 
XI. Ahmad Syofyan, SH., MH. Periode 2003-2004 
XII. Moh. Fikri, SH. Periode 2004-2005 
XIII. Rachmi, SH. Periode 2005-2006 
XIV. Moh. Rizal, SH. Periode 2007-2008 
XV. Arif Awaluddin Periode 2008-2009 
XVI. Abd. Jalil H. P Periode2009 
XVII. Enik Rahmawati Periode 2009-2010 
XVIII. Sulfikar Periode 2010-2011 
XIX. Anggry Juliansyah Periode 2011-2012 

Pengembangan Minat dan Bakat Sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas, lembaga ini mempunyai bidang Profesi pengembangan minat dan Bakat yaitu seperti : 

Divisi Jelajah Rimba Mendaki Gunung (JRMG) Jelajah Rimba Mendaki Gunung mempunyai spesifikasi Profesi pada petualangan alam bebas yaitu : menjelajah hutan belantara dan mendaki Gunung dengan tujuan bahwa disetiap kegiatan tidak melupakan unsur keilmuan baik itu dalam bidang kepencinta alaman maupun bidang ilmu hukum Khususnya Hukum Lingkungan dengan melakukan beberapa kajian hasil dari pendataan mengenai flora, fauna, sistem Masyarakat Adat Setempat, dan juga mengumpulkan data lainnya yang diperlukan. 

Divisi Rock Climbing/Panjat Tebing. Rock Climbing/Panjat Tebing mempunyai spesifikasi profesi pada petualangan alam bebas pada tehnik, kemampuan & skill memanjat baik itu tebing alam maupun melalui media panjat dinding dengan menggunakan peralatan yang berstandarisasi nasional maupun internasional. - 
Divisi Caving/Susur Gua. Caving/Susur Gua mempunyai spesifikasi profesi ilmiah pada petualangan alam bebas yaitu pada tehnik penelusuran gua, pemetaan gua, eksplorasi gua yang yang benar dan aman bagi penelusur dan lingkungan gua, dengan menggunakan standarisasi Internasional. 

 Divisi Advokasi dan Konservasi Divisi Advokasi dan Konservasi tergolong divisi baru dibentuk pada tahun 2005, divisi ini Non Petualang yang mana anggota yang tidak mampu mendaki gunung, panjat tebing dan susur gua. Maka, advokasi dan konservasi alternativnya, divisi ini mempunyai spesifikasi profesi pemerhati lingkungan yang berbasis pada lingkup keilmuan untuk menjelajah keberbagai sektor pemeliharaan lingkungan dengan berbagai perlindungan pada setiap prakteknnya. 

- Westphalia (Study Club) Study club Westphalia wajib untuk seluruh anggota Mapala Kumtapala untuk mengkaji kritis terhadap segala peraturan dan kebijakan pemerintah dan perkembangan hukum dalam masyarakat baik nasional maupun internasional dengan menggunakan media Diskusi, Seminar dan rekomendasi. 

MEMBERIKAN NILAI LEBIH ; HOBBY CINTA ALAM 

Mampukah setiap orang mencapai puncak sebuah gunung dengan ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut sekalipun? Atau menjelajahi hutan dan sungai sampai ujungnya? jawabannya adalah tidak semua orang mampu, mengapa?. Rekan rekan yang mencintai alam bebas pasti biasa menjawabnya. “Ada kemauan, bekal,kesempatan serta ijin Tuhan Yang Maha Esa. Banyak sekali orang yang mempunyai hobbi berpetualang dialam bebas, hal ini terbukti dengan terbentuknya kelompok kelompok pencinta alam (PA), baik yang terorganisir dengan baik maupun yang terbentuk secara insidentil. Ada yang sekedar menikmati alam namun ada pula yang benar benar mencintai alam tersebut.
Dalam perjalanan sebagai pencinta alam banyak hal yang telah kita lihat bahkan kita catat dan tersimpan dalam benak. Saat mountenering, climber, caving, orad, banyaknya tebangan pohon, sampah non organic dipuncak gunung, air sungai berwarna merah kebiru biruan dan berbusa. sebenarnya kita tidak hanya melihat dan mencatat, kita biasa lebih dari itu. Bisa Berbuat Lebih Adanya persamaan untuk mencintai alam dan dapat menikmati alam yang asri, sehat dan bersih merupakan awal yang sangat baik untuk menghimpun suatu aksi.saat kita berjalan disuatu kawasan lingkungan hutan misalnya, kita biasa mulai melakukan perjalanan dengan lebih memperhatikan lingkungan sekelilingnya.pohon dan satwa apa saja yang ditemui pada ketinggian tertentu, adakah aktivitas pemanfaatan sumber daya alam disana dan pengamatan lainnya.Data data tersebut dapat kita pakai untuk merencanakan suatu kegiatan, suatau aksi bersama seperti bakti social. Ada beberapa hal yang biasa kita tambahkan dalam perjalanan kita: *) Mencatat hal-hal yang kita temui dilapangan, *) Mendiskusikannya dengan teman-teman, *) Menggalang kemitraan untuk aksi, dan juga, *) Aksi PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK PENCINTA ALAM Permasalahan-permasalahan lingkungan terus berkembang menyertai proses pembangunan. permasalahan tersebut banyak menimbulkan benturan benturan kepentingan antara pelaku pembangunan dengan masyarakat. Akibat langsung dari berkembangnya masalah ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama yang tinggal didekat proyek pembangunan. Sementara, akses masyarakat terhadap informasi lingkungan, keberanian menyampaikan pendapat masih lemah. Bahkan kesadaran akan persoalan lingkungan cenderung belum dimiliki, sehingga langkah langkah pengamanan dan perlindungan lingkungan masih lemah. Disisi lain, pencinta alam merupakan sekelompok masyarakat yang memiliki jiwa cinta pada alam dan lingkungan. Jiwa cinta pada alam dikenal dengan diekspresikannya dalam wujud melakukan kegiatan olah raga alam bebas, petualangan, dan bakti masyarakat untuk masyarakat disekitar lokasi kegiatan .mereka dapat dikembangkan sebagai kelompok pengamat lingkungan yang handal, sekaligus sebagai pendamping masyarakat dalam melakukan pengelolaan lingkungan dilokasi terpencil, tempat mereka melakukan kegiatan. Berangkat dari hal tersebut, “Pendidikan lingkungan untuk kelompok pencinta alam” diharapkan dapat menambah kemampuan pencinta alam dalam “membaca” dan tanggap atas permasalahan lingkungan melalui dengan sikap, mental dan perilaku yang lebih peduli pada lingkungan dan masyarakat. 
Melalui ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah untuk diterapkan setiap kegiatan petualangan. Lebih lanjut bahkan memunculkan kader pengamat dan pengelola lingkungan dari kalangan Pencinta Alam, yang sekaligus dapat menjadi pendamping dan pemberi motivasi masyarakat kawasan tempat berkegiatan dalam mengelola lingkungan untuk lestari TUJUAN Secara umum pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan pencinta alam dalam mennggapi dan mengsikapi permasalahan lingkungan, seiring dengan laju pembangunan yang berdampak pada perubahan kualitas lingkungan. Terutama menyangkut tanggung jawab, kewajiban dan hak mereka terhadap pengelolaan lingkungan agar nyaman dan lestari. Secara khusus pendidikan ini bertujuan (1) memberi nilai tambah pada setiap kegiatan kelompok pencinta alam, (2) memunculkan kader kader pengamat dan pengelola lingkungan dari kelompok pencinta alam, (3) memunculkan kader kader pendamping dan pemberi motivasi dalam pengelolaan lingkungan bagi masyarakat dikawasan tempat berkegiatan, untuk meningakatkan kualitas lingkungan. MANFAAT Manfaat yang didapat adalah terbentuknya pencinta alam yang dapat bertindak sebagai jembatan untuk memadukan antara dua kepentingannya, yaitu kepentingan melakukan konservasi alam dan lingkungan, dan kepentingan meningkatkan taraf hidup masyarakat . Dan keberhasialan ini akan memberikan manfaat berupa pengalaman dan kesinambungan kegiatan, khususnya MAPALA KUMTAPALA dan organisasi pencinta alam pada umumnya. "ALLAH menciptakan langit dan bumi dan seluruh isi alam ini, agar kita selalu bersyukur dan beribadah kepadanya". Gunung, pohon, daun-daun, bunga-bunga, air, angin, batu-batuan, rerumputan, bahkan ulat, semut dan semua hewan yang ada didarat dan dilaut semuanya bersyukur kepada Allah. “Alam memiliki keindahan yang tidak dapat terukur. Hingga saat ini pun belum ada manusia yang mampu menilai dan mengukur keindahan alam di dunia”

Rabu, 21 Desember 2011

Pengerukan SDA Di Indonesia Semakin Gila


Pengerukan SDA Indonesia Semakin Menggila.

Ratusan perusahaan Amerika Serikat siap memasuki Indonesia dan meningkatkan berbagai kerja sama untuk menambah pemasukan negara ini. Masuknya perusahaan AS akan sangat efektif, terutama karena perusahaan Amerika lebih unggul dalam banyak hal dibandingkan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Kerja sama perdagangan dengan Indonesia tahun lalu mencapai US$20 miliar (102,5 triliun),"
Alasan pemerintah Amerika Serikat berinvestasi di Indonesia karena Sumber Daya Alam Di Indonesia sangat menggiurkan, disisi lain pemerintah Indonesia  sangat antusias dan membuka tangan atas kedatangan para investor asing yang menggeruk SDA, alasan utama pemerintah Indonesia menerima para investor asing adalah peningkatan ekonomi dan pembangunan berskala nasional. Sementara faktor kelestarian lingkungan sangat di nomor sekiankan sehingga berbagai bencana yang menyelimuti negara saat ini. Walaupun amdal telah tersusun rapi akan tetapi celah terhadap kerusakan lingkungan sangat besar dan hal itu tidak bisa dipungkiri.
Sementara pendapatan pemerintah dari sektor pajak Sepanjang 2010, pemerintah memperoleh pajak dari pertambangan Rp. 50,03 triliun. Nah.. dibandingkan dengan pendapatan perusahaan Amerika Serikat diatas mencapai 102, 5 triliun sangat jauh berbeda. Pendapatan ini dari semua jenis pertambangan di Indonesia .
Satu persatu perusahaan tambang dibuka untuk mengagali sumber daya alam Indonesia yang masih belum terjamah oleh perusahaan-perusahaan lain. Ironisnnya menikatnya pembukaan lahan tambang di Indonesia maka meningkat juga perusakan hutan akibat areal bekas tambang tanpa ada restorasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang. Perbedaan pespektif tentang pemanfaatan sumber daya alam mungkin menjadi penyebab pengelolaan sumber daya alam tidak sesuai sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan. Sehingga pencapaian perspektif mengenai Sumber Daya Alam hanya mengacu pada pembangunan, meskipun pro kontra atau negatif dan positif pihak pemerintah Indonesia mengenai pengelolaan SDA hanyalah persoalan pembangunan berskala nasional tersebut.  
Sementara saat ini pemerintah tidak melihat dari faktor lingkungannya sehingga lahan bekas eksploitasi tambang terjadi degradasi dan bahkan tidak dapat digunakan untuk bertani dengan jangka waktu yang  dekat, bahkan sampai ratusan tahun lahan itu bisa digunakan. Dapat dilihat pula dari beberapa kasus yang terjadi di Indonesia saat ini bahwa masyarakat yang berada disekitar areal pertambangan tersebut sangat jauh dari kesejahteraan bahkan sosial-budaya pun ikut terhanyut oleh aktivitas pertambangan tersebut.
Pertanyaan kemudian adalah mengapa pemerintah Indonesia membuka tangan atas kedatangan investor dari segi pertambangan masuk ke Indonesia…???? Dengan alasan-alasan diatas tadi. Sesungguhnya masih  ada jalan lain untuk mensejahterakan rakyat dan metode pembangunan tanpa memasukkan investor asing.
Bersambung.............!!!!!!

Selasa, 29 November 2011

SELAMAT DATANG ANGKATAN XXI MAPALA KUMTAPALA


Setelah upacara pelepasan Calon Anggota Baru Diklatsar Angkatan XXI Mapala Kumtapala dipelataran Fak. Hukum Untad yang dilepas langsung oleh Pembina Mapala Kumtapala (Kanda Djamaluddin, SH) yang sering dipanggil Opha, pada pukul 06.00 Wita. seluruh peserta  beserta pendamping yang ditemani oleh Koordinator Lapangan (Saudara Abd. Rahman Rezha) bergegas melangkahkan kaki yang diawali dengan Long March, Kampus Untad - Wani - Wombo. Perjalanan yang sangat menguras fisik dan mental tentunya bagi Kader Baru Angkatan XXI Mapala Kumtapala Fak. Hukum Univ. Tadulako.

Pendidikan Dan Latihan Dasar Angkatan XXI Mapala Kumtapala dengan tema " Membentuk Kader Yang Kritis ", yang dilaksanakan selama kurang lebih dua Minggu yang diawali dengan materi kelas selama 9 hari dan Aplikasi Lapangan selama 4 hari, dengan jumlah Anggota sebanyak 8 orang yaitu :
1. Rudi nama Lapangan Replik
2. Anisa Putri Nama Lapangan Amnesti
3. Budi nama Lapangan Dolus
4. Salam Nama Lapangan Exepsi
5. Erik Nama Lapangan Lex Fori
6. Sandy Nama Lapangan Recidive
7. Hilman Nama Lapangan Diskresi
8. Nugraha Nama Lapangan Duplik  
Itulah Nama Kader Baru  yang siap Mendedikasikan dirinya di Mapala Kumtapala.



Jumat, 28 Oktober 2011

KUMTAPALA QOE SUDAH BERUMUR 21 TAHUN



HAPPY BIRTH DAY KUMTAPALA


Terharu, bangga dan bahagia, itulah wajah-wajah yang ditampilkan oleh kader-kader KUMTAPALA. Tepat pada hari ini tanggal 25 Oktober 2011 Mapala Kumtapala berusia 21 tahun, hampir semua kader-kader Kumtapala berkumpul dan berdoa seraya  memanjatkan puji syukur kepada  ALLAH S.W.T. karena sampai dengan detik ini MAPALA KUMTAPALA masih tetap tegak berdiri dan tetap mengembangkan eksistensinya. Pembacaan Doa selamatan yang dilaksanakan di Base Camp Mapala Kumtapala pada pukul 19.00 Wita ini belangsung dengan hening dan hikmah. 

Dalam Dies Natalis yang ke – 21 ini kami selaku Panitia Pelaksana kegiatan merancang dan membuat suatu item kegiatan yang berbeda dengan Dies Natalis sebelumnya yaitu Expo UKMF ditingkat Fak. Hukum Untad, Diskusi, Penampilan Musik dan Seni Tari yang berlangsung selama 5 hari. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako  Bapak Prof. Dr. Ir  Mohammad. Basir., Se., MSi pada tanggal 20 Oktober 2011 bertempat di Panggung Mahasiswa Fak. Hukum Untad, dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya pada kegiatan ini dan mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Mapala Kumtapala, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Mapala Kumtapala serta kepada Mapala-Mapala Distrik ditingkat Universitas Tadulako karena selama ini hanya Mapala yang eksis pada kegiatannya dan membawa  nama harum Universitas Tadulako, bukan hanya itu Bapak Rektor juga menyampaikan bahwa peran Mapala khususnya Mapala Kumtapala dalam agenda kegiatan Universitas tadulako yang sudah dirancang sebelmunya mengenai Green And Clean Kampus sangat diharapkan sebab  sangat sesuai dibidangnya.

Tanggal 25 Oktober 2011 adalah penutupan seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis XXI Mapala Kumtapala, kami selaku Panitia Pelaksana Dies Natalis telah sibuk menyiapkan dalam agenda selanjutnya yang sudah dirancang sebelumnya sebab, pada malam nanti kami mengadakan resepsi yang dihadiri oleh Rekor bersama jajarannya, Dekan bersama jajarannya, Dosen-dosen Fak. Hukum Untad, Pembina Mapala Kumtapala, Anggota Kehormatan Mapala Kumtapala, Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala, Mapala, KPA Se-Sulawesi Tengah serta tamu undangan  yang lain dan akan di iringi oleh berbagai Group-group music se kota palu diantaranya : KNT Pleaseat, Pedati, Reggae Jalanan dan sekaligus pembagian Pin Organisasi dan Piagam Organisasi yang diberikan kepada Anggota Kehormatan dan Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala yang telah mendedikasikan dirinya terhadap organisasi ini.


Malam ini menjadi malam yang sangat istimewa buat kami, bagi kami selaku kader Kumtapala yang mendedikasikan diri kami untuk tetap mempertahankan lembaga ini. tidak terkecuali bagi anggota yang meneteskan air mata kebanggaan yang muncul dari lubuk hati ini. “ wahai Kumtapala ku kaulah yang bisa membuat kami seperti ini, kaulah yang membuat alumnimu yang kata orang-orang telah menjadi manusia” meski hal ini butuh proses, butuh perjuangan butuh mental ketika kami berada di dalam mu.    “ wahai Kumtapala ku terima kasih kami ku ucapkan kepadamu karena engkau telah menjadikan kami of the best “. kami yakin dan tetap mendekatkan diri kami pada kata-kata optimis untuk tetap selalu bersama. Maafkan jika selama ini kami telah mencoreng nama baikmu, maafkan jika selama ini banyak para kadermu yang tidak peduli padamu.



TERIMA KASIH BUAT KUMTAPALA...

SALAM LESTARI.


BY. DEPARTEMEN INFO DAN PERS MAPALA KUMTAPALA

Sabtu, 15 Oktober 2011

EKSPEDISI BUDAYA MASYARAKAT PEDALAMAN SOJOL 2010



ANGKATAN XVII, XVIII, XIX MAPALA KUMTAPALA BERBAGI PENGALAMAN DI GUNUNG SOJOL
Dua bulan setelah terbentuknya tim yang dinamakan tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 MAPALA KUMTAPALA Fak. Hukum Univ. Tadulako, yang terdiri dari 12 orang Pejantan Tangguh (Febrianto, Anggri Juliansyah, Sudirman, Sulfikar, Moh. Rifai M. Hadi, Moh. Akbar, Satria Abdi, Farid Triadi, Moh. Rifki, Sandi Prasetya, Risman dan Arrahman). Itulah nama-nama tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010. Keutuhan, keyakinan, serta totalitas tim ditunjukan setelah terbentuknya tim tersebut. Semua perlengkapan tim, pribadi, logistic, surat izin kegiatan sudah dipersiapkan sebelumnya.
Hari ini, hari  yang paling ditunggu, hari yang paling bahagia sekaligus meneggangkan, tepat pada pukul 13.37 tim bersama-sama Dewan Pembina, Anggota Kehormatan, Anggota Tetap, Anggota Muda serta Calon Anggota Mapala Kumtapala melakukan Upacara Pelepasan, yang dipimpin langsung oleh Kanda Wawan Ilham, SH dan Pembina Upacara oleh Kanda Djamaluddin, SH. Setelah itu lingkaran hening pun dilakukan (sesuai tradisi KUMTAPALA) sambil berpegangan tangan seraya berdoa agar semua tim kembali dengan selamat. Wajah sedih, lesu, tangis dan bahagia nampak mengiringi keberangkatan tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010, itulah sejenak yang kami tinggalkan. Pukul 14.20 tim Ekspedisi telah meninggalkan Base Camp Mapala Kumtapala tercinta menuju ke pertigaan Kampus Untad sambil menunggu mobil menuju ketempat lokasi kegiatan (Siboang).
Sejak berangkat dari pertingaan kampus Untad, mobil track yang kami tumpangi tiba pada pukul 10.42 di Desa Siboang Kec. Sojol Kab. Donggala, yang seharusnya tiba pada malam hari, karena mobil tersebut masih memuat semen di Pantoloan jadinya tiba pada pagi hari. Wajah Ibu Aksan kaget sambil tersenyum melihat 12 orang turun dari mobil, inilah kami, inilah Mahasiswa yang pernah berjanji akan kembali saat survey sebelumnya. Tim pun menurunkan semua barang-barang dan langsung istirahat sejenak setelah itu tim breeffing. Breeffing tersebut menghasilkan bahwa sebagian tim mengantar surat pemberitahuan kegiatan kepada kepala Desa Siboang, Camat Sojol, Kepala Desa Siboang dan Kapolsek Sojol, sebagian tim lagi membuat plakat di pertigaan Sipator dan sebagian tim lagi ditugaskan untuk mencari data mengenai sejarah Sojol (Observasi).
Tim Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010 dilepas langsung oleh Kepala Desa dan Sekretaris Desa Siboang serta Warga setempat untuk berangkat ke Dusun Sipator sebagai titik star pendakian dengan memakai mobil track. Pukul 12.00 tim Ekspedisi tiba di titik star pendakian tepatnya di Rumahnya Pak Guru (Guru Karate). Tim langsung disambut gembira oleh warga Dusun Sipator, akan tetapi saat itu Pak Guru tidak berada di tempat, tim pun langsung istirahat.
Pada pukul 07.00 sebagian tim beraktivitas sebagai mana mestinya, yaitu memasak, mandi dan mencuci. Pada malam hari  tim melakukan observasi sesuai dengan nama kegiatan yang kami lakukan, responden pada saat itu adalah Pak Guru, selama ± 4 jam tIm mencari data mengenai Sejarah Sojol serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat.


Awal kegiatan pendakian sekaligus disambut oleh hujan yang begitu deras, setelah berpamitan pada warga Dusun Sipator  pada pukul 13.00. tim ekspedisi Ekspedisi Budaya Msyarakat Pedalaman Sojol 2010 bergerak dan hari pertama pendakian, dipertengahan perjalanan tim istirahat di sebuah pondok warga. Pada hari yang sama,  Kondisi medan yang  sangat menantang untuk dilalui, seakan-akan wall climbing yang kami lakukan, canda tawa mengiringi langkah kami untuk membuang rasa lelah, letih dan lesu. waktunya istirahat, sesuai dengan schedule yang kami susun, membagi tugas sesuai dengan kemampuan dan postur tubuh tiap Anggota Tim,, wahh kayaknya si Akbar N si Farid yang mencari kayu bakar ni badannya besar kaya gorilla hehehehe......
Hari sudah mulai gelap, mengelilingi api unggun dan evaluasi perjalanan tadi. Selanjutnya diadakan diskusi, yahh walaupun tema diskusinya agak ngawur, tapi nda menuntut kemungkinan ada ilmu lo didalam pembahasan itu.

Kali ini tim menyusuri sungai dan menyipir lereng-lereng gunung, tujuan yang ingin kami capai yaitu rumah Pak Birata, rencananya disini kami mengambil data lagi (observasi).  Tim tiba di rumahnya Pak Birata sekitar pukul 13.00 wita.   Dari Rumah Pak Birata ini sekitar tiga hari sudah meraih Puncak KUMTAPALA,  dan untuk menghargai waktu tim tidak berlama-lama lagi dirumahnya Pak Birata tersebut dan langsung berangkat. Saudara Sudirman  Alias Sinchan Alias Icank sengaja membawa pakaian untuk diberikan kepada masyarakat pedalaman Sojol, tetapi kali ini kami menukarkan dengan bête atau talas, masing-masing anggota tim mempacking talas tersebut.. hohoho biasa minuts-2 logistik.


Hari berikutnya  kondisi medan yang kami lewati sangat bervariasi sumber air pun masih ada, tidak ada anggota tim yang drop pada hari ini, semua berjalan dengan penuh semangat dan kekompakan tim pun semakin terjaga dengan suara-suara yang keluar dari beberapa anggota tim “KUMTAPALA” kata-kata itulah yang membuat kami terus menelusuri hutan belantara, tidak ada keluhan-keluhan yang terdengar, eehhh kecuali Akbar Alias Anakonda Alias Akon Cariernya tasangkut-2 di duri rotan makian terus yang muncul dari mulutnya. keadaan itu yang membuat kami semakin terbahak-bahak, aneh, lucu.  Pukul 11.30 tim istirahat membuang rasa lelah sejenak, disini canda tawa terdengar lagi disela-sela tim, entah penghuni Sojol ini marah kami tidak peduli akan hal itu. Ada beberapa orang yang ditugaskan ketua tim untuk survey jalur dan sambil membersihkan jalur yang tertutup, setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan penuh gairah yang tinggi. Pukul 16.00 wita, tim istirahat sejenak dan kemudian tiga orang dari tim di tugaskan untuk survey jalur beberapa ratus meter kedepan karena jalur didepan agak menanjak, lama tim lain menunggu, tim survey pun tak kunjung datang, akhirnya kami memutuskan untuk buat bivack, disela-sela membuat bivack tim yang ditugaskan telah datang dan mereka mengatakan bahwa jalur didepan agak menanjak, tidak layak untuk ngecamp.  Semua bergerak tanpa pembagian tugas, disini dilihat kekompakan tim, kerjasama yang baik dan alhamdulilah semua bekerja, semua berfungsi dari berbagai komponen tim. Ada yang memasak, bangun tenda, cari kayu, buat api dan buat jemuran. WAAAHH kompak yah.... Malam harinya kami lanjutkan untuk diskusi, ditemani dengan suara jangkrik dan hangatnya malam didepan api unggun ditemani 4 cangkir kopi diminum secara bergantian.

Pagi ini, membuka res Tenda Kabut menutupi pepohonan, jarak 10 meter pun tidak terlihat... matahari enggan untuk menyinari diarea ini, dingin seperti di dalam kulkas selama 1 jam.. ini pertama kali seluruh anggota tim merasakan hal seperti ini, kami harus bergegas masak, makan, packing dan berdoa . ditengah perjalanan pun matahari masih enggan tuk menyinari pegunungan Sojol. WoOwooooWW Hujan telah membasahi hutan Sojol sekaligus dengan penghuni-penghuninya,. Ada yang membongkar cariernya untuk mengambil ponco /jas hujan ada juga yang tetap dengan gagahnya memakai baju biasa, waduhhh sombongnya.........
Tapi kondisi ini malahan menambah kami semangat, membuat kami semakin tertantang oleh dinginnya Sojol, tertantang oleh gigitan Pacet yang menempel di betis.  Tim tetap bergegas melangkahkan kaki , pas di sela-sela perjalanan kami menemukan paralon yang bertuliskan pos air yang dibuat oleh MAPALA KUMTAPALA pada tahun 1994, sebagian anggota tim ditugaskan mengambil air karena persediaan air sudah menipis, padahal pada saat itu hujan, yaaahhh kondisinya kan sementara dalam perjalanan.  Anggota Tim yang masih kosong jergennya segera berlari mengikuti suara sungai. 

Pepohonan di ketinggian 1400 MDPL ini tertutup oleh Lumut yang sangat tebal , bila menyentuh pohon itu terasa pegang es, ya sembarang es lah......... diketinggian ini hutan rapat  pun tak bissa terhindarkan, dengan kondisi seperti ini Tim harus berdekatan , jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 
Tak lama lagi  puncak KUMTAPALA aka kami dapatkan sebab plakat seakan-akan mendorong kami secepatnya berlari untuk menggapai itu.
Tim harus menginap tidak berani mengambil resiko sebab jam sudah menandakan 16.47 Wis (Waktu Indonesia Sojol). 
Hati kami semakin menggebu-gebu betapa tidak walaupun kabut menyelimuti bangun tidur kami , walaupun dinginnya Sojol menggetarkan tulang-tulang kami tapi Puncak KUMTAPALA di perkirakan hanya sekali gass lagi..... ayooo kita raih apa yang selama ini kita mimpi-mimpikan, yang sering terdengar saat kita di Base Camp tentang Sojol, Tentang Puncak Sojol, Tentang Puncak Kumtapala, Tentang Dinginnya Sojol, ayooooo saatnya kita yang menceritakan kepada mereka. keganasan Sojol di Ulang Tahun ke XX KUMTAPALA...........diketinggian  1400 MDPL ini  Hanya beberapa menit kami memeriksa cariel, kami harus mempercepat langkah lagi sebelum semuanya kedinginan, kali ini kami tidak istirahat siang, kami tidak mengenal waktu siang lagi, mungkin keasyikan berjalan atau melawan dinginnya Sojol.  Jalan semakin anarkis, jalur semakin membingungkan, string line entah sembunyi dimana. Kami harus memanjat akar-akar pohon dengan membawa beban yang semakin berat saja.  Ini sangat tragis, jika ada anggota tim yang mempertahankan egonya sendiri pasti tidak akan kembali. semua saling berketergantungan, saling menolong, kerjasama yang baik yang kami perlihatkan kepada penghuni Sojol selain kami saat itu, mungkin mereka iri dengan Solidnya Tim ini.  Hari yang berikutnya Perjalanan kami lanjutkan sekitar pukul 07.18 Wis (Waktu Indonesia Sojol), beban semakin hari semakin berat saja, entah apa yang bertambah di dalam carier kami.  Masih tetap semangat walaupun beban semakin berat, seiring waktu berjalan kami pun terus bergegas berjalan,. " PUNCAK KUMTAPALA" Lider berteriak Puncak Kumtapala, sehingga anggota Tim yang lain tidak merasa beban carier yang dibawahnya itu berat..... hampir semua berlari, berlari karena terharu, bangga, bahagia, senang, sedih bercampur menjadi satu. 
Kabut masih bersama kami, dicampur badai yang sejak tadi pagi bergandengan dengan kabut.... dingin semakin menggila, hanya sejam kami di Puncak Kumtapala, tidak ada pilihan lain selain melanjutkan perjalanan sambil menengok keatas, kiri dan kanan, sebab gemuruh badai semakin keras. Hinggah mendapatkan tempat untuk ngecamp pukul 16.27 Wis (Waktu Indonesia Sojol).

Pagi ini, sama dengan pagi yang kemaren, hanya saja matahari mengintip lalu lari, mengintip lalu lari,,,,,,... waahhhhh kapan mataharinya bertahan yaaaaa.!!! seperti cerita dihari-hari kemarin, tidak ada bedanya. kami bergegas untuk memasak dan selanjutnya packing barang masing-masing, seperti biasanya membentuk lingkaran, berpegangan tangan dan berdoa. 





Langkah demi langkah telah kami layangkan untuk menembus dinginnya Sojol, berjalan sambil menunggu apakah Dingin bisa berubah menjadi panas.... waaaahhh mustahil deh sebab kami berjalan ditengah hutan rimba yang berselimutkan lumut dan tanah yang lembab. Tapi keinginan Tim untuk meraih Puncak Sojol tidak bisa terpatahkan oleh ganasnya Sojol. 

Kondisi medan bervariasi, tanjakan lalu menurun, badai dan kabut pun masih menemani setiap langkah kami, jalan sangat licin tidak bisa dihitung berapa banyak dari kami yang sering menyambarkan pantatnya ketanah. , ooohhhh tangan terasa keram, darah seakan tidak mengalir lagi, tangan sudah tidak bisa dikepalkan lagi. Tapi kami harus melawan itu, berjalan terus sambil menghibur satu sama lain. 

Pagi  ini Cuaca cerah, tapi semua sudah tampak kedinginan, lesuh, capek dan gelisah semua bercampur aduk menjadi satu. Pukul 06.25 Wis (Waktu Indonesia Sojol) kami siap berangkat, seperti biasanya berbentuk bundaran dan berpegangan tangan lalu berdo’a, kami bergegas melangkahkan kaki dengan tujuan sesuai dengan hasil breeffing kemarin menuju puncak Sojol,  kekompakan tim pun masih utuh dan ini yang selalu kami inginkan.  Dengan  penuh semangat kami pun mendaki sambil berlari dan yang menjadi leader rekan kami Sulfikar di temani Moh. Rifai yang begitu cepat menuntaskan perjalanan sehingga mereka berdua yang lebih dahulu menemukan Triangulasi Puncak Sojol yang menjadi tujuan kedua dari Expedisi Budaya Pedalaman Masyarakat Sojol 2010.
Pukul 9.30 Wis (Waktu Indonesia Sojol), akhirnya  semua tim berhasil meraih Puncak Sojol, seluruh tim terharu, ada kebanggaan tersendiri yang terpancar diwajah ke dua belas orang lelaki yang sampai saat ini sudah tiga belas hari di hutan belantara yang begitu bringas, seram dan mistic.  Saling  berpelukan dan meneteskan air mata mengingat betapa beratnya perjuangan untuk meraih puncak Sojol dan di satu sisi seluruh tim merasa bangga telah berhasil dan mendapat kepuasan tersendiri.  Kemudian semua tim saling bergantian untuk mengabadikan puncak Sojol dengan berfoto-foto, setelah pengambilan dokumentasi selesai kami pun menyempatkan waktu untuk makan snack yang kami bawa serta minum coffe untuk menghilangkan rasa dingin yang semakin menusuk.  Kami mengelilingi Triangulasi, tangan dikepalkan lalu di letakkan didada kiri dan bernyanyi (MARS KUMTAPALA), dan menyusul ucapan ulang tahun kepada Mapala Kumtapala yang ke-XX.  
 Hari ini kami harus kembali, kembali ke pertigaan Bonde, pendakian yang terjal harus kami lalui, akar-akar pun kami manfaatkan untuk pijakan kaki, hari ini kami hanya nginap dipertigaan saja, sebab tidak bisa memaksanakan tim untuk melanjutkan perjalanan dalam kondisi seperti ini....  tidak sedikit Kotoran Anoa dan kotoran anoa kami temukan diperjalanan. harus secepatnya istirahat sebab besok menempuh jalur yang menurun. Persiapan logistik masih tersisa untuk tiga  hari, sebagian anggota tim mencari pinang untuk makan malam nantinya..... lumayan mengurangi jatah logistik yang tersisa. 
Pagi harinya Tim bersiap-siap untuk turun arena, turun dari pertigaan Bonde, sudah tidak mampu lagi menahan dinginnya dihutan belantara ini, secepatnya mencari hutan yang tidak berlumut. Dua hari perjalanan Tim telah mendapatkan area perkebunan masyarakat Dusun Bonde, tak lama kemudian tiba diperkampungan. Tim langsung ke rumah Bapak Kepala Dusun Bonde......
hidangan makanan telah disiapkan setelah satu jam kemudian, dengan lahapnya kami menyantapnya,,,, baru kali ini merasakan makanan yang super enak selama pendakian....

Team pembantu yang ada di posko induk telah datang menghampiri kami, Antara gembira dan tidak  yang nampak dari sekian orang datang tidak terkecuali Kanda Djamaluddin, SH (Opha),.   








SEGENAP TIM EKSPEDISI BERTERIMA KASIH;
Kepada Allah S.W.T. penguasa alam semesta yang telah memberikan kami kekuatan, kesehatan, kesempatan serta lindungan selama kami mengikuti kegiatan Ekspedisi Budaya Masyarakat Pedalaman Sojol 2010. Kepada  KETUM Mapala Kumtapala (Kanda Enik Rahmawati) thanks atas saran-sarannya dan rekomendasinya, Buat anggota Kehormatan dan Alumni Fakultas Hukum UNTAD yang telah membantu kami dalam pendanan pada kegiatan ini kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya.  Kepada Kanda Djamaluddin SH alias Opha terima kasih atas Nasihat, saran-saran serta bantuan dananya.  Untuk segenap Anggota Tetap dan Anggota Muda Mapala Kumtapala Trims atas dukungannya dan masukan-masukannya, buat Kanda Hamka Akib, SH thanks nasihatnya dan arahan-arahannya, buat seluruh Anggota Kehormatan dan Anggota tetap serta Anggota Simpatisan Mapala Kumtapala terima kasih atas dukungan Moril dan materilnya kami tidak akan melupakan itu semua. , kepada Saudara-saudara sesama pecinta alam se – Kota Palu terima kasih atas keikhlasan untuk meminjamkan peralatannya. kepada KPA Adventure terima kasih atas carier nya, buat Pak Akhsan dan Bu Akhsan  terima kasih atas jamuannya dan sambutannya, buat pak Guru beserta Warganya terima kasih atas data-datanya, buat Om Jia (Om Kento) terima kasih banyak yach atas semuanya, buat Kepala Desa Siboang, Kepala Desa Balukang II, Camat Sojol (Pak Sultani) dan Kapolsek Sojol terima kasih atas izin dakinya, buat Bapak Rektor Universitas Tadulako Sahabuddin Mustafa terima kasih atas Rekomendasinya yaaa... untuk Bapak Kepala Dusun Bonde terima kasih atas rokok Clas Mild nya dan snack serta jamuan makannya.  Untuk semua warga Dusun Sipator, Dusun Bonde, Desa Balukang II, Desa Bou dan Desa Siboang kami ucapkan banyak terima kasih atas segala informasinya, Kabut dan Badai serta hujan yang tiap harinya menemani kami di pegunungan Sojol yang penuh keseraman “suatu saat kami pasti akan menapakkan kaki kami  lagi” pacet, anoa dan kutu babi berkembang biak yang banyak yahhh… “ kemudian buat Pinang Hutan, Rotan dan Enau terima kasih karena kalian kami bisa minutes logistic kami hehehehehehehe…….” GIGITAN PACET Daun MU “masih gatal nih…..” Kutu Babi, waduh masih ada yang melengket nich.  Untuk jiwa-jiwa petualang sejagad raya Sojol Menanti kalian, marilah kita sama-sama menjaga alam ini beserta isinya karena alam mencintai yang mencintai alam. Dan untuk semua pihak yang tidak sempat kami sebutkan yang telah berpartisipasi secara langsung maupun tidak langsung kami ucapkan terima kasih banyak. Yang teristimewa  untuk MAPALA KUMTAPALA KU yang tercinta. Hanya kaulah yang membuat kami jadi manusia pemberani, ulet, tekun, disiplin serta mandiri.   “Abadilah Engkau Dalam kejayaan”.    
Salam Lestari.






By. Departemen Info Dan Pers MAPALA KUMTAPALA